AA Penusuk Syekh Ali Jaber Ditetapkan Jadi Tersangka

AA Penusuk Syekh Ali Jaber Ditetapkan Jadi Tersangka

singaporeclassifiedwebsite.com – Polisi tingkatkan posisi hukum masalah penusukan pada Syekh Ali Jaber di Lampung ke penyelidikan. Aktor AA diputuskan jadi terduga.

“Iya telah (tersangka), di saat kontrol semalam telah diputuskan,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Rezky Maulana waktu dikontak detikcom, Senin (14/9/2020).

Rezky menjelaskan aktor dijaring klausal mengenai penindasan berat. Intimidasi hukumannya capai 5 tahun.

“Klausal 351 mengenai penindasan berat,” katanya.

Baca juga : Heboh Anies Tarik Rem Darurat dan Beda Pendapat Pusat-DKI soal PSBB Ketat

Awalnya, Syekh Ali Jaber ditusuk seorang pria pada Minggu (13/9) tempo hari. Kejadian ini berlangsung waktu Syekh Ali Jaber isi khotbah di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung. Tangan pendakwah itu terluka karena tusukan. Aktor langsung diringkus beberapa orang di tempat.

Polisi menyebutkan Syekh Ali Jaber pernah memberi perlawanan. “Ternyata dengan kesiagaan yang tinggi, Syekh Ali Jaber itu pernah lakukan perlawanan dengan menangkis,” tutur Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arstad waktu dikontak, Minggu (13/9/2020).

Pandra menjelaskan tangkisan ini yang membuat lengan Syekh Ali Jaber alami cedera robek. Aktor disebutkan memakai pisau untuk lakukan serangan.

“Tangkisan itu yang menyebabkan lengan sisi tangan atas, pundak atas itu terobek atau tertusuk oleh pisau yang dipakai oleh terduga AA itu,” kata Pandra.

“Mengakibatkan beberapa luka, keluarkan darah, pada akhirnya petugas baik dengan panitia serta jamaah selekasnya selamatkan korban Syekh Ali Jaber yang berumur 44 tahun ini ke rumah sakit paling dekat atau ke puskesmas di Gedong Air,” tambahnya.

Kejadian penusukan pada Syekh Ali Jaber ini juga langsung mendapatkan hujatan dari Menko Polhukam Mahfud Md. Mahfud minta aparat keamanan segara mengutarakan jati diri serta pola aktor penusukan.

“Aparat keamanan Lampung agar selekasnya memberitahukan jati diri aktor, sangkaan pola aksi, serta jamin jika proses hukum akan dikerjakan dengan cara adil serta terbuka,” kata Mahfud dalam info, Minggu (13/9) tempo hari.

Add a Comment