Heboh Anies Tarik Rem Darurat dan Beda Pendapat Pusat-DKI soal PSBB Ketat

Heboh Anies Tarik Rem Darurat dan Beda Pendapat Pusat-DKI soal PSBB Ketat

singaporeclassifiedwebsite.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memberitahukan implikasi limitasi sosial bertaraf besar (PSBB) dengan cara ketat. Tetapi, gagasan Anies ini dipermasalahkan oleh Ketua Komite Perlakuan COVID-19 serta Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto.

Seperti diketahui, Anies menarik rem genting serta memberitahukan gagasan kembali pada PSBB awal pada Rabu (9/9) kemarin. Ketetapan ini diambil selesai Anies lihat perubahan masalah Corona di DKI. Satu bentuk dari PSBB ketat itu ialah semua karyawan kerja di rumah atau work from home (WFH).

“Konsepnya, mulai Senin, 14 September, pekerjaan perkantoran yang non-esensial diwajibkan kerjakan dari rumah, kerja di rumah, bukan upayanya yang stop tetapi kerja di kantornya yang ditiadakan, pekerjaan usaha jalan terus, pekerjaan kantor jalan terus, tetapi perkantoran di gedungnya yang tidak dibolehkan untuk bekerja,” sebut Anies dalam temu wartawan di Balai Kota, Jakarta, Rabu (9/9).

Ada 11 bagian perkantoran yang diperkenankan masih bekerja semasa PSBB ketat itu. Mulai dari bagian kesehatan, bahan pangan/minuman serta industri taktiks.

Tetapi, Airlangga tidak sepakat dengan implikasi PSBB untuk pegawai kantoran. Ia ingin supaya perkantoran mengaplikasikan jam kerja fleksibel. Berarti, ada yang beberapa masih kerja di kantor pada pukul spesifik, ada yang beberapa lagi kerja di rumah pada pukul spesifik.

Baca juga : Repdem Polisikan Eks Wabup Kampar Namun Ditolak, Ini Kata Arteria

“Perubahan di DKI minggu kedepan kembali lagi PSBB. Tetapi kami telah sampaikan jika beberapa pekerjaan perkantoran lewat flexible working hours seputar 50% di dalam rumah, serta 50% di kantor,” kata Airlangga selesai Rakornas Kadin, Kamis (10/9) tempo hari.

Serta, Airlangga memperjelas jika pegawai di kantor pemerintah masih memakai skema kerja sesuai dengan ketentuan Menpan RB.

“Untuk pekerja di kantor pemerintah masih berjalan sesuai ketentuan yang diedarkan oleh Kementerian MENPAN-RB hingga pemerintah mengendalikan di antara work from home serta work from office serta tentu saja jika untuk pekerja perkantoran masih disediakan fleksibel working jadi ada yang kerja di dalam rumah, ada yang kerja di kantor. Kelak pasti presentasenya akan dipastikan serta pemerintah,” kata Airlangga dalam pertemuan wartawan bersama-sama BNPB disaksikan virtual.

Menyikapi pandangan itu, Anies memperjelas jika PSBB ketat tetap berlaku mulai Senin (14/9). Tetapi masalah skema kerja, ia akan mengulasnya lagi dengan Airlangga.

“Sesuai dengan gagasan insyaallah mulai Senin (14/9) akan dilaksanakan pengetatan, serta untuk menghargai keinginan Bapak Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto), untuk ketua satgas, detil limitasi berkaitan dengan perkantoran akan diulas esok,” kata Anies pada wartawan, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2020).

Add a Comment