Bunuh Pemerkosa Ibu Kandungnya, Maulud Dihukum 13 Tahun Penjara

Bunuh Pemerkosa Ibu Kandungnya, Maulud Dihukum 13 Tahun Penjara

singaporeclassifiedwebsite.com – Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya memperkuat vonis 13 tahun penjara pada masyarakat Gempol, Pasuruan, Jawa Timur (Jawa timur) Maulud Riyanto (19), dalam masalah pembunuhan. Maulud nekat membunuh tetangganya, Yasin Fadilah (49), sebab Yasin memperkosa ibunya.

Hal tersebut tercantum pada keputusan PT Surabaya yang dikutip web Mahkamah Agung (MA), Kamis (10/9/2020). Dalam masalah itu, Yasin memperkosa ibu Maulud waktu Maulud masih SD. Pemerkosaan itu membuat gempar desanya. Yasin lantas tinggalkan desanya.

Sekian tahun lenyap, Yasin kembali pada desanya. Maulud, yang telah bergerak dewasa, belum dapat terima atas perlakukan Yasin pada wanita yang melahirkannya itu. Amarah atas pemerkosaan Yasin pada ibunya tidak padam. Ditambah sikap Yasin pada Maulud tidak beralih, seperti senang memancing amarah.

Pada 16 Desember 2019, Maulud menghabisi nyawa Yasin di Jalan Kampung, Dusun Kisik, Gempol. Atas tindakannya, Maulud diolah dengan cara hukum serta diadili di PN Bangil.

“Saya sakit hati. Ibu saya dahulu diperkosa sama ia,” kata Maulud pada wartawan di Mapolres Pasuruan, Jalan dr Soetomo, Bangil, pada 19 Desember 2019.

Pada 8 Juli 2020, PN Bangil mengatakan Maulud dapat dibuktikan lakukan pembunuhan merencanakan serta jatuhkan hukuman 13 tahun penjara. Jaksa, yang tuntut 20 tahun penjara, tidak terima serta ajukan banding. Apa kata majelis tinggi?

Baca juga : Kapolri Terbitkan Telegram Cegah Kerumunan di Pilkada 2020

“Memperkuat keputusan Pengadilan Negeri Bangil tanggal 8 Juli 2020 Nomor 125/Pid.B/2020/PN Bil, yang diharapkan banding itu,” sebut majelis tinggi dengan ketua Jack Johanis Octavianus serta anggota Harry Sasongko dan I Gusti Lanang Putu Wirawan.

PT Surabaya mengatakan, sesudah mengecek serta mempelajari dengan saksama berkas kasus dan turunan sah keputusan PN Bangil, PT Surabaya memiliki pendapat jika alasan hukum PN Bangil dalam putusannya berdasar fakta yang benar dan tepat.

“Karenanya dibuat untuk alasan hukum majelis hakim Pengadilan Tinggi dalam memutuskan kasus ini pada tingkat banding,” sebut majelis tinggi.
(asp/gbr)

Add a Comment