Anies: Lurah Grogol Selatan Langgar Prosedur Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra

Anies: Lurah Grogol Selatan Langgar Prosedur Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra

singaporeclassifiedwebsite.com – Asep Subhan sah tidak diaktifkan untuk lurah Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Asep dipastikan menyalahi proses waktu mengeluarkan e-KTP punya terdakwa dalam masalah cessie Bank Bali, Djoko Tjandra.

“Laporan penyelidikan Inspektorat telah usai serta jelas nampak jika yang berkaitan sudah menyalahi proses penerbitan KTP-el itu. Ini fatal, tidak semestinya berlangsung. Yang berkaitan sudah tidak diaktifkan serta akan dilaksanakan penyidikan semakin jauh,” tutur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam penjelasannya, Minggu (12/7/2020).

Asep disebutkan berperanan aktif yang melebihi pekerjaan serta manfaatnya dalam penerbitan KTP-el itu.

Anies minta pada petinggi di DKI Jakarta untuk memberi service optimal. Tetapi, jangan menyalahi ketentuan yang berlaku.

“Pelajaran buat semua, supaya semua aman, karena itu tetap patuhi mekanisme. Itu perlindungan paling baik. Beri service paling baik, paling cepat, tetapi jangan kerjakan pelanggaran mekanisme serta jangan kurangi kriteria, ditambah lagi dalam soal administrasi kependudukan,” tegas Gubernur Anies.

Dikabarkan sebelumnya, Asep Subhan tidak diaktifkan dari kedudukannya untuk Lurah Grogol Selatan berkaitan pengerjaan e-KTP Djoko Tjandra. Asep juga sekarang ini diganti sesaat oleh Camat Kebayoran Lama Aroman Nimbang.

Baca juga : Polisi Olah TKP Tewasnya Editor Metro TV, Anjing Pelacak Dikerahkan

“Betul, sekarang ini dibebastugaskan dalam rencana kontrol internal. (Tidak diaktifkan) 9 Juli 2020,” tutur Asep lewat pesan singkat, Jumat (10/7/2020).

Kepentingan pengerjaan KTP elektronik (e-KTP) Djoko Tjandra alias Joko Soegiarto Tjandra berbuntut sengkarut. Warga Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menyampaikan Dinas Kependudukan serta Pendataan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta ke Ombudsman RI.

“Kami perkumpulan Warga Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melapor ke Ombudsman RI sangkaan pelanggaran maladministrasi, sangkaan pelanggaran malteknis, serta sangkaan ada kesengajaan tidak untuk patuhi ketentuan atau sangkaan kesengajaan menyalahi ketentuan pada Dirjen Imigrasi, Sekretaris NCB-Interpol, serta Lurah Grogol Selatan,” kata Boyamin di kantor Ombudsman RI, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2020).

Sengkarut yang disebut Boyamin, diketahui awalnya, Djoko Tjandra tiba sendiri ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 8 Juni 2020 untuk ajukan pemeriksaan kembali lagi (PK) atas kasus yang membelitnya. Untuk ajukan PK, Djoko Tjandra memang seharusnya tiba dengan cara fisik dan menyertakan jati diri e-KTP.

Add a Comment