Gugatan Korban Banjir ke Anies Diharapkan Jadi Cambuk untuk Pemprov DKI

Gugatan Korban Banjir ke Anies Diharapkan Jadi Cambuk untuk Pemprov DKI

singaporeclassifiedwebsite.com – Jumlahnya masyarakat Jakarta yang daftarkan diri ke Team Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020 untuk menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus makin bertambah. Nilai kerugian masyarakat yang akan menuntut dikarenakan banjir diklaim seputar Rp 43 miliar. Tuntutan ini diinginkan bisa jadi cambuk buat Pemprov DKI Jakarta.

“Mudah-mudahan class action ini dapat jadi cambuk buat Pemerintah Propinsi untuk lebih serius lakukan program penanggulangan banjir,” tutur anggota DPRD DKI Fraksi PDIP Ima Mahdiah waktu dihubungi, Jumat (10/1/2020).

Sekarang didapati, ada 600 laporan masyarakat korban banjir yang menuntut. Menurut Ima, jumlahnya ini akan terus makin bertambah.

“Berkaitan jumlahnya yang masuk sekitar 600 laporan, saya menyangka ini akan terus makin bertambah sebab ada banyak masyarakat korban yang lain yang akan turut menuntut,” tutur Ima.

Baca juga : Usulan Natuna Jadi Provinsi Dinilai Makin Persulit Keadaan Indonesia

Ima menyebutkan memperoleh info terdapatnya apartemen serta mal di wilayah Jakarta Barat yang tidak bisa bekerja dampak banjir Jakarta. Ima menjelaskan masyarakat bisa ajukan tuntutan sebab ini.

“Justru di wilayah Taman Anggrek, Jakarta Barat, saya memperoleh info jika ada apartemen serta mal yang tidak bisa bekerja dalam periode waktu yang lumayan lama. Ini jelas masyarakat apartemen yang dirugikan, dapat bawa permasalahan ini ke ranah hukum,” kata Ima.

Ia menjelaskan menghargai aksi masyarakat yang lakukan tuntutan. Tuntutan ini disebutkan resmi dikerjakan jika segi legalnya tercukupi.

“Saya menghargai kemauan masyarakat Jakarta yang ingin ajukan class action ke pemerintah. Sepanjang segi legalnya tercukupi, boleh-boleh saja,” katanya.

Dikabarkan awalnya, sekitar 600 laporan korban banjir masuk ke Team Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020. Dari jumlahnya itu diverifikasi serta didapatkan kerugian masyarakat Jakarta yang melapor sampai Rp 43,32 miliar.

“Sampai 9 Januari 2020 jam 21.00 WIB, jumlahnya e-mail yang masuk telah sampai 600 laporan. Dari data itu, yang telah terinput sekitar 243 pelapor,” kata koordinator Team Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020, Alvon Kurnia Palma, Jumat (10/1/2020).

Dari 243 orang yang melapor ke Team Advokat, sekitar 186 orang mengemukakan nilai kerugian karena banjir.

“Nilai keseluruhan kerugian dari beberapa pelapor sudah sampai Rp 43,32 miliar. Nilai kerugian paling kecil tertera sejumlah Rp 890 ribu serta nilai paling besar Rp 8,7 miliar,” tutur bekas Direktur YLBHI itu. (aik/asp)

Add a Comment